BiPeKa Sei Langkai Gelar Parenting, Lomba Mewarnai, dan Cek Kesehatan untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

BATAM – BiPeKa DPRa PKS Sei Langkai menggelar kegiatan bertema “Bersama Mewujudkan Keluarga Tangguh, Ibu Sehat, Anak Cerdas, dan Berakhlak Mulia” di Gedung PAUDQ Khadijah, Perumahan GBAA Tahap V, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Ahad (19/7/2026).

Kegiatan ini memadukan lomba mewarnai anak, seminar parenting, serta pemeriksaan kesehatan bagi para ibu sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan, kesehatan, dan pengasuhan yang berkualitas.

Sebanyak 115 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 54 peserta lomba mewarnai dan 61 ibu yang mengikuti seminar parenting sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua BiPeKa DPD Kota Batam, Juwita Purnama Sari, Kepala PAUDQ Khadijah Siti Maskanah, Ketua RW 17 Desmawati, Ketua RT 02 Lina, serta pengurus BiPeKa Sei Langkai bersama masyarakat setempat.

Wakil Ketua BiPeKa Sei Langkai, Esti Yulia Hardani, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang memberikan manfaat bagi ibu dan anak sekaligus.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BIPEKA dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kualitas pengasuhan anak, pelayanan kesehatan bagi para ibu, serta pembentukan karakter keluarga yang harmonis dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain seminar parenting, para ibu juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan seperti cek tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, hingga terapi totok punggung. Menurutnya, kesehatan ibu menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang kuat.

Esti juga mengajak seluruh peserta untuk terus mempererat silaturahmi, saling mendukung, dan bersama-sama menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan penuh kasih sayang.

Pada sesi parenting, Ketua BiPeKa DPD Kota Batam Juwita Purnama Sari menyampaikan materi bertajuk “Seni Komunikasi Efektif antara Orang Tua dan Anak.” Ia menegaskan bahwa komunikasi merupakan jembatan yang menghubungkan hati orang tua dengan anak.

Menurutnya, komunikasi yang efektif bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan dengan empati, memahami perasaan anak, serta menyampaikan pesan dengan penuh kasih sayang. Dengan komunikasi yang baik, hubungan emosional dalam keluarga akan semakin erat sehingga anak merasa aman dan nyaman untuk menyampaikan pikiran maupun perasaannya.

Juwita menjelaskan bahwa komunikasi positif memiliki banyak manfaat, di antaranya memperkuat ikatan emosional orang tua dan anak, memudahkan penyampaian nilai-nilai kehidupan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak, serta membentuk karakter melalui keteladanan dan nasihat yang lembut.

Dalam pemaparannya, ia juga mengulas enam prinsip komunikasi dalam Al-Qur’an sebagai pedoman bagi orang tua, yaitu Qaulan Sadidan (perkataan yang benar), Qaulan Balighan (perkataan yang membekas), Qaulan Ma’rufan (perkataan yang baik), Qaulan Kariman (perkataan yang mulia), Qaulan Layyinan (perkataan yang lemah lembut), dan Qaulan Maysuran (perkataan yang mudah dipahami dan menyenangkan).

“Anak belajar bukan hanya dari apa yang didengarnya, tetapi juga dari apa yang dilihat setiap hari. Karena itu, orang tua harus menjadi teladan dalam bertutur kata dan bersikap,” pesannya.

Menutup materinya, Juwita mengajak seluruh peserta untuk membiasakan enam prinsip komunikasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ia meyakini komunikasi yang benar, santun, dan penuh kasih sayang akan menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang saleh, cerdas, berkarakter, serta memiliki hubungan yang erat dengan kedua orang tuanya.

Melalui kegiatan ini, BiPeKa Sei Langkai berharap dapat terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.***

Tags: ,